Ikhlas Cinta? Biar Kutunjukkan

12 Dec

Aku pernah begitu menyayangi seseorang.
Rasa sayang yang mungkin sampai saat ini masih tersisa.

DULU, saat dia masih ada dalam hidupku, bahagia menjalar kuat sampai ke nadi.
Aku begitu bahagia dengan apapun yang ada pada dirinya.
Aku begitu menjadi egois, karna yang kupikir adalah tentangku.
Yah…semua hanya tentangku.
Bagaimana dengannya? Semoga aku sempat memberinya bahagia. Itu harapku.

Bahkan saat Tuhan mengambilnya dari hidupku, entah kekuatan apa yang dia tinggalkan hingga aku begitu ikhlas melepasnya dengan bahagia.

Itukah ikhlas cinta?
Kau bahkan tak bisa terluka oleh sebuah sakit yang ditimbulkannya.

Seajaib itukah keikhlasan?
Kau hanya bisa tersenyum dan menghamburkan derai syukur serta terima kasih pada Tuhan, Sang Pencipta Rasa Luar Biasa itu.

Betapa ringan melepas sesuatu yang –kita diberi kesadaran oleh-Nya bahwa itu tak mutlak milik kita.

KINI, aku tak boleh lagi mengenang keDULUan yang membahagiakan itu, melebihi keKINIanku.
Aku tak boleh bahagia hanya dengan apa yang pernah kurasa DULU.
KINI aku harus sibuk dengan kebahagiaan yang Tuhan beri di hadapanku.
Jikalau ada rintikan airmata yang menetes, haruslah itu lelehan HATI yang bersyukur pernah mencecap rasa yang begitu luar biasa…dan penuh harap merasakannya kembali.

Taken from: facebook.com/ennykrista

Rindu Itu Masih Ada

12 Dec

Aku pernah tergelak penuh tawa dengan segala canda tanpa sengaja yang dihadirkannya…

Kau tahu?
Bahkan kini pun senyum masih tersungging saat tak sengaja kenangannya hadir…
Yah…aku tak benar-benar sengaja mengingat-ingatnya.
Seolah pikiran dan hatiku tahu bahwa tanpa ku harus menghadirkan kenangannya, Tuhan Yang Maha Baik akan mempersembahkan kenangannya untukku disaat yang kubutuh.

Cinta suci…
Terlalu berlebihan memang aku menyebutnya.
Tapi semua berdasar.
Ku dipertemukan dengannya oleh tangan Tuhan yang menuntunku jauh ‘menemuinya’.

Kucinta dia karna ijin Tuhan yang luar biasa.
Kami dijaga-Nya, dengan bentangan jarak yang mengukuhkan kemurnian cinta yang tak tersentuh noda pandang, tatapan, apalagi belaian.
Tuhan tuntun cinta kami untuk hanya mengalunkan doa dalam setiap ucap yang keluar dari bibir kami.
Berbalut canda, untuk menjadikan hubungan ini wajar adanya.
Tuhan ijinkan aku untuk tak mengumbar sakwasangka akan dirinya yang jauh dari sisiku.
Tuhan yakinkan aku, ada Dia yang menjaganya, tanpa ku harus menodai percaya.
Tuhan pun menjaga hatiku agar tak terselubung amarah sedetikpun, saat tak sengaja dia membuatku ‘bertanya kenapa’.
Hingga Tuhan membawa serta kesucian cinta yang Dia titipkan, bersama habisnya usia kebersamaan itu.

Ah…hanya bisa mengandai aku tahu waktuku bersamanya begitu singkat, inginku melaju kencang menggali mimpi yang dia bangunkan untukku.
Tapi aku tahu, Tuhan ambil dia dari hidupku agar ku tak manja.
Menyandarkan mimpi di bahuku sendiri.
Tuhan…katakan padanya, bangunan mimpinya untukku akan kujaga dan kumegahkan.

Tuhan…jaga dia yang selalu tulus persembahkan bahagia padaku.
Tuhan…bahagiakan dia disana melebihi bahagia yang pernah dia rajutkan demiku.
Tuhan…tangkaplah hamburan doanya untukku.
Tuhan…persembahkan bahagiaku kini untuk kedamaian hatinya disana.

Kata Bernama C.I.N.T.A

2 Nov

Cinta mengguncang jiwa dengan magmanya
Namun tak pernah ada yang tahu kedahsyatan letusannya
Pun tak seorang juga tahu kemana lelehan laharnya akan bermuara
***
Jiwa yang kian rindu akan lembutnya cinta
Takkan mampu menahan derap belaian ketulusan
Ia takkan persilakan kerasnya perlakuan
Ia hanya akan sematkan keindahan
***
Rindunya hati pada cinta
Ialah rindu pada keindahan jiwa
Bila atas nama cinta, jiwa kehilangan indahnya
Tak seorang pun berhak menyebutnya cinta
***
Cinta mengalahkan logika
Karena akal tak akan pernah memenangi hati
Begitu cinta tertangkap logika
Matilah sekamnya di dalam hati
***
Cinta kadang tak mengenal maaf
Bukan karena tak pernah menyakiti
Karena cinta…mengampuni
***

(Syukur) Bersyarat

25 Oct

Hening larut dalam bulir-bulir doa
Menengadah ke langit yang seolah ditinggal sang penghuni
Tak mampu tegak raga ini
Tak pula setegak iman diri

Hanya ucap rangkaian kata doa
Hanya saja syukur hilang entah kemana
Tersungkur tak berdaya
Menahan perih luka

Terlarung nestapa dalam doa
Menepikan harap
Tanpa sebuah perintah
Hanya lara terucap
Memohon
Meminta

Syukur hilang berganti cemas
Mengalir deras menuju cahaya cinta
Ampun
Minta ampun akan sejenak kufur tak bersyukur
Beri pelipur
Tuk hadirkan syukur kembali melantun

####

Amunisi Rindu

5 Oct

***
Jika aku tahu, kelak aku takkan melihatmu,
takkan kulepaskan genggaman itu, hingga mata kita terus beradu
menautkan hati kita untuk terus bertemu
Jika aku tahu, kau takkan jumpaiku (lagi)
takkan kubiarkan kau berlalu dengan membawa senyum yang ku rindu
Jika aku tahu, aku takkan mampu memanggilmu kembali
akan kuucap sebaik-baik tutur atas kekagumanku
Jika aku tahu, aku akan kehilangan senyummu
akan ku potret sejuta garis bibir yang kau persembahkan untukku
Jika aku tahu, candamu yang terindah dalam hidupku
aku pasti merekam setiap inci bahagia yang kau bawa itu
Jika aku tahu…kau akan pergi dari hidupku
akan kuminta Tuhan membawaku bersamamu…

***
Ratusan mil sekejap hilang
Berganti kerjapan pandang
Kau titipkan senyum
pada hati yang ciut
Mengayun pena rindu
melukis yang kau titipkan itu
Ah…rinduku berbalas
berbalas seuntai senyum
Dari bayanganmu…
Dari kenanganmu…
Bukan darimu…

***
Tak mampu kupandangi guratan senyummu
Tak mampu kutepi rasa ingin bersamamu
Tak mampu kurengkuh pelukmu
Tak mampu kutangkap bening pandangmu
Tak mampu kuraih genggammu
Dan tak kan pernah mampu ku mengharapmu
Karena sesuatu telah berlalu

***
Rinduku tersimpan di sudut hati
Kuminta ia menepi
Bertahan di persinggahan hati
Dengan segala rasa yang terpatri
Bukan untuk mengharapmu kembali
Hanya demi rasa syukur terberi
Tak ku rasa duka
melebihi bahagia akan cecap manis yang kau beri
Tak ku lelehkan airmata
melebihi tawa yang tertinggal dalam memori
Tak ku lebihkan rindu
atas cinta kita yang kau bawa pergi

***
Jika aku semut pembawa bongkahan gula
yang besarnya melebihi badanku
Tak akan aku minta sekawanku untuk menggantikanku
Akan kubawa bongkahan gula itu
sampai pada tujuanku
agar kucecap manis besaran yang kubawa
Seperti halnya cinta dan rinduku padamu
yang melebihi kemampuan merindu dan mencintaku
tak kan kutitipkan pada penggantimu
Karena hanya kaulah alasanku
mencecap manis cinta dan rindu yang termanis
atas ke(hampir)sempurnaan jiwamu

***
Aku…akan terus mengagumi
Hingga pun Tuhan menganugerahkan penggantimu
akan kutahan sekam cintaku
meski redup tertiup,
akan kucukupkan cahayanya
untuk Tuhan ijinkannya menerangi cinta
yang baru
Terimalah rinduku…

***

Hadirnya Derai Senyum

24 Feb

Bayang wajahnya memang tak begitu sering hadir
Itu yang membuat kehadirannya bermakna
Karena bayang itu hadir tanpa aku harap
Namun sebuah pemberian

Saat hadir pun desiran lembut seperti membelai hatiku
Luruh lah lelehan hangat mata
Bukan karena duka
Bukan pula karena kecewa
Tapi keharuan karena bayangan itulah hadiah indah Tuhan
Untuk mengingatkanku pada sebuah rasa yang begitu tulus yang pernah aku punya dan aku berikan pada seseorang
Mengingatkanku untuk mengabaikan apapun jika tak ada rasa tulus di dalamnya

Ah…terima kasih Tuhan
Atas bayangan nan tampan
Atas bayang senyuman penuh kebaikan
Atas bayang tuturnya nan lembut lagi santun
Atas kesempatan pernah ‘menggenggam’ berkah cinta itu
Atas rasa yang pernah Kau ijinkan tumbuh dan akan Kau ijinkan tumbuh lagi

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::
:: mari menyebutnya masa lalu pembangun cinta karena Tuhan ::
:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Dialogku (2)

19 Feb

Tuhan…maapkan aku..
Aku ingin menangis
Menangisi sesuatu yang membuatku melawan hati…
Melawan ini membuatku berat, Tuhan…

Menahan tangis ini pun jadi lebih berat…
Aku menahannya karena aku malu pada-Mu…
Tak ingin aku menangisi kekerdilan hati ini..
Tuhan…aku ingin bertanya pada-Mu, “aku harus bagaimana?”
Tapi tidak, Tuhan..
Tlah banyak tanya yang aku ajukan…
Tlah banyak jawab Kau berikan dengan penuh kasih…

Oh Tuhan…
Ini terasa tak adil bagiku
Tapi ini keadilan-Mu…
Ini tak pantas kuterima, menurutku…
Tapi ini kepantasan yang Kau berikan untukku…

Tuhan…
Aku merasa aku berhak lebih bahagia dari ini..
Tapi inilah Hak-Mu..

Tuntun aku..
Bimbing aku..
Rengkuh aku..
Dekap aku..
Tunjuki aku…jalan lurus-Mu
Jalan orang-orang Kau beri nikmat
Bukan jalan orang-orang yang Kau sesatkan dan Kau murkai..

Tuhan…
Hanya kepada-Mu aku menyembah..
Hanya kepada-Mu aku memohon..

Dialogku

18 Feb

Tuhan…
Aku tahu ini takkan mudah
Namun aku percaya pada kehendak-Mu
Keyakinanku melebihi segalanya
Tak seharusnya ku mengkhawatirkan apa-apa yang telah Kau janjikan…
Karena segala sesuatu yang tlah Kau pastikan, akan mewujud di waktu yang bukan kuminta, namun pada saat yang Kau tetapkan..
Indah, lagi berkah…

Oh Tuhan…
Aku pun tahu apa yang aku mohonkan takkan mudah terjalani..
Namun seperti kehendak-Mu, aku yakin Kau akan mudahkan segalanya bagiku..

Tuhan…
Ijinkan aku untuk lebih banyak bersyukur pada-Mu..
Karena Kau tlah berikan apa yang belum sempat kuminta, maka atas kehendak-Mu, permintaanku pun pasti akan Kau ijabah…

Tuhan…bantu aku…
Membangun kesabaran
Mengimani janji-Mu
Melapangkan hati dan pikiranku
Serta memurnikan jiwaku sesuai fitrah yang Kau anugerahkan padaku…

Pink Song! Sooo…LOVE

12 Feb

Lagu ini harus jadi persembahan istimewa untuk semua wanita dari sang lelaki teromantis sedunianya….

Bruno Mars – Rest Of My Life

Everyday I Wake Up Next To A Angel
More Beautiful Than Words Could Say
They Said It wouldn’t Work But What Did They Know
Cause Years Passed And We’re Still Here Today
Never In My Dreams Did I Think That This Would Happen To Me

As I Stand Here Before My Woman
I can’t Fight Back The Tears In My Eyes
Oh How Could I Be So Lucky
I Mustve Done Something Right
And I Promise To Love Her For The Rest Of My Life

Seems Like Yesterday When She First Said Hello
Funny How Time Flys By When You’re In Love
It Took Us A Lifetime To Find Each Other
It Was Worth The Wait Cause I Finally Found The One
Never In My Dreams Did I Think That This Would Happen To Me

As I Stand Here Before My Woman
I can’t Fight Back The Tears In My Eyes
Oh How Could I Be So Lucky
I Mustve Done Something Right
And I Promise To Love Her For The Rest Of My Life

::LOVE IT MUUUUUUUUUUCH::

Emas Itu Diam…

12 Feb

Tak banyak lagi bicara dan bercerita tentang kisahku, itulah yang sedang aku lakukan belakangan…

Diam…membuatku lebih mengerti dengan sendirinya, bahwa selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan, dan itu tersembunyi di dalam relung hati yang paling dalam.

Karena di kedalaman itulah, ada God Spot yang jika kau tak pernah menyalakan sinarnya, Ia akan redup. Namun jika kau terus pelihara sinarnya, Ia akan menyinari hati dan jiwa.

Tentu, aku dengan kebersyukuranku…memenuhi hari dengan harapan dan doa, agar apa yang aku inginkan dapat segera Tuhan kabulkan. Setidaknya memantaskan diri bagi terkabulnya doa dan harapan.

Tak akan kukecilkan perannya untuk menjadikanku besar
Tak akan kukecilkan perannya untuk dapat memenuhi segala yang aku butuhkan
Dan tak akan aku tukar apa yang telah kujanjikan pada-Nya –saat Ia tiupkan ruh ke dalam raga, dengan nikmat duniawi yang entah sampai kapan bertahannya.
Aku tak akan membayar besar untuk sesuatu yang kecil lagi bersifat sementara…

Yah…aku tak merasa menjadi orang yang paling berserah, aku pun bukan makhluk paling bertakwa, aku juga bukan makhluk paling baik yang berhak berbicara tentang bagaimana berlaku baik…

Ingin…setiap apa yang tergerak dari ujung rambut hingga kakiku, selalu atas nama Tuhanku
Ini secara otomatis membuatku merasa ada Ia disampingku.
Menemaniku.
Mengawasiku.
Menjaga dan melindungiku.
Membimbingku.
Membisikan kebaikan padaku.

Namun jika saat itu keburukan aku perbuat, tentu bukan karena Ia meninggalkan aku. Tapi aku yang menjauh dari segala penjagaan dan keberadaan-Nya.

Manusia biasa, itulah kita. Mengingkari petunjuk-Nya. Melompati pagar penjagaan-Nya. Lari dari tanggung jawab kepada-Nya.

Biasa. Namun akan menjadi luar biasa jika kita kembali meminta petunjuk-Nya, lalu membacanya dengan seksama, dan mengikutinya. Berlindung pada-Nya dan tak mengingkari-Nya.

Sepanjang usia yang telah Tuhan berikan pada kita

::karena banyak makhluk memilih diam, namun berbicara pada Tuhan::

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.