Amunisi Rindu

***
Jika aku tahu, kelak aku takkan melihatmu,
takkan kulepaskan genggaman itu, hingga mata kita terus beradu
menautkan hati kita untuk terus bertemu
Jika aku tahu, kau takkan jumpaiku (lagi)
takkan kubiarkan kau berlalu dengan membawa senyum yang ku rindu
Jika aku tahu, aku takkan mampu memanggilmu kembali
akan kuucap sebaik-baik tutur atas kekagumanku
Jika aku tahu, aku akan kehilangan senyummu
akan ku potret sejuta garis bibir yang kau persembahkan untukku
Jika aku tahu, candamu yang terindah dalam hidupku
aku pasti merekam setiap inci bahagia yang kau bawa itu
Jika aku tahu…kau akan pergi dari hidupku
akan kuminta Tuhan membawaku bersamamu…

***
Ratusan mil sekejap hilang
Berganti kerjapan pandang
Kau titipkan senyum
pada hati yang ciut
Mengayun pena rindu
melukis yang kau titipkan itu
Ah…rinduku berbalas
berbalas seuntai senyum
Dari bayanganmu…
Dari kenanganmu…
Bukan darimu…

***
Tak mampu kupandangi guratan senyummu
Tak mampu kutepi rasa ingin bersamamu
Tak mampu kurengkuh pelukmu
Tak mampu kutangkap bening pandangmu
Tak mampu kuraih genggammu
Dan tak kan pernah mampu ku mengharapmu
Karena sesuatu telah berlalu

***
Rinduku tersimpan di sudut hati
Kuminta ia menepi
Bertahan di persinggahan hati
Dengan segala rasa yang terpatri
Bukan untuk mengharapmu kembali
Hanya demi rasa syukur terberi
Tak ku rasa duka
melebihi bahagia akan cecap manis yang kau beri
Tak ku lelehkan airmata
melebihi tawa yang tertinggal dalam memori
Tak ku lebihkan rindu
atas cinta kita yang kau bawa pergi

***
Jika aku semut pembawa bongkahan gula
yang besarnya melebihi badanku
Tak akan aku minta sekawanku untuk menggantikanku
Akan kubawa bongkahan gula itu
sampai pada tujuanku
agar kucecap manis besaran yang kubawa
Seperti halnya cinta dan rinduku padamu
yang melebihi kemampuan merindu dan mencintaku
tak kan kutitipkan pada penggantimu
Karena hanya kaulah alasanku
mencecap manis cinta dan rindu yang termanis
atas ke(hampir)sempurnaan jiwamu

***
Aku…akan terus mengagumi
Hingga pun Tuhan menganugerahkan penggantimu
akan kutahan sekam cintaku
meski redup tertiup,
akan kucukupkan cahayanya
untuk Tuhan ijinkannya menerangi cinta
yang baru
Terimalah rinduku…

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s