Aku pernah begitu menyayangi seseorang.
Rasa sayang yang mungkin sampai saat ini masih tersisa.
DULU, saat dia masih ada dalam hidupku, bahagia menjalar kuat sampai ke nadi.
Aku begitu bahagia dengan apapun yang ada pada dirinya.
Aku begitu menjadi egois, karna yang kupikir adalah tentangku.
Yah…semua hanya tentangku.
Bagaimana dengannya? Semoga aku sempat memberinya bahagia. Itu harapku.
Bahkan saat Tuhan mengambilnya dari hidupku, entah kekuatan apa yang dia tinggalkan hingga aku begitu ikhlas melepasnya dengan bahagia.
Itukah ikhlas cinta?
Kau bahkan tak bisa terluka oleh sebuah sakit yang ditimbulkannya.
Seajaib itukah keikhlasan?
Kau hanya bisa tersenyum dan menghamburkan derai syukur serta terima kasih pada Tuhan, Sang Pencipta Rasa Luar Biasa itu.
Betapa ringan melepas sesuatu yang –kita diberi kesadaran oleh-Nya bahwa itu tak mutlak milik kita.
KINI, aku tak boleh lagi mengenang keDULUan yang membahagiakan itu, melebihi keKINIanku.
Aku tak boleh bahagia hanya dengan apa yang pernah kurasa DULU.
KINI aku harus sibuk dengan kebahagiaan yang Tuhan beri di hadapanku.
Jikalau ada rintikan airmata yang menetes, haruslah itu lelehan HATI yang bersyukur pernah mencecap rasa yang begitu luar biasa…dan penuh harap merasakannya kembali.
Taken from: facebook.com/ennykrista