Merindu Semi


Semi, musim hujan di sini
Hujan membawa pembuka yang hampir sama denganmu
Cerah, lalu meredup, dengan angin semilir
kadang mengencang tiba-tiba tanpa aba-aba
Ini hanya akan sama denganmu, semi..
jikalau sakura mengembang subur menghiasi
Ini hanya akan sama denganmu, semi…
jikalau sisa-sisa salju bisa kutemui

===

Semi, ku takkan bertanya kapan kau datang lagi
Kenyataannya, kau selalu datang, bukan?
Sebentar lagi
Tak di sini

Semi, mengenalmu membuatku meminta pada Tuhan
memintamu datang tanpa kebekuan sebagai permulaan
Cukup dirimu, dan hawamu yang begitu menenangkan
Hujan pun kau buat menyenangkan

Dua musim ini kadang membosankan
Kadang memuakkan
Andai kau menyapaku di sini, semi…
Akan kulupakan kebosanan, dan kemuakan
Aku hanya akan menunggumu datang

===

Dan di sinilah aku, semi
tanpamu…
Mencapaimu, mengenalmu tanpa pernah kuduga
membuatku jatuh cinta

Sungguh…
bukan karena sebuah tempat yang mempertemukan kita
dengan segala keindahannya
tapi karena kau menyambutku di sana
Tempat itu begitu bermakna
karena kau sedang menyapa

Semi, aku jatuh cinta padamu melebihi tempat pertemuan kita
Andai pun aku bertemu denganmu di tempat yang berbeda
Jelas aku akan tetap jatuh cinta
Andai kau datang di sini seketika
aku akan lebih terpesona

Semusim, mungkin Tuhan akan pertemukan kita
semusim kemudian usai perkenalan kita yang pertama
Semoga…

Jeollabuk-do, 2012

Jeonju, Jeollabuk-do, Spring 2012

Advertisements
This entry was published on January 12, 2013 at 5:48 AM and is filed under Telling Story. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s