Marry Me, If You Dare!


Tiap kali ada lelaki mendekat, doa saya simple, semoga niatnya baik. Kalau memang tidak, saya minta dia dijauhkan segera dari  saya.

Dih, kok langsungan gitu sih?

Tentu saja.

Saya tidak mau menghabiskan waktu untuk sebuah hubungan yang tidak tentu. Sudah bukan masanya.

Alhasil, entah sudah berapa banyak hubungan perkenalan berakhir singkat. Karena Allah segera jauhkan saya dari lelaki yang ‘tidak benar’, dengan cara yang bermacam-macam. Masya Allah, kurang sayang apa Allah sama saya? Sebegitunya melindungi saya.

Fa bi ayyi aalaa-i rabbikuma tukadzdzibaan.

But I am human. Sempat kecewa. Tapi kecewa bukan karena mereka, tapi karena kenapa yang mendekat orang-orang yang niatnya kurang tulus, sih? Kenapa harus lagi, lagi, dan lagi. Kalaupun berniat baik, tapi tidak punya keberanian. Kenapa saya didatangi lelaki lelaki ‘nggak bener’, ya?

Hingga saya sadar, berapa banyak lelaki dengan niat baik yang telah saya kecewakan di ‘masa jahiliyah’. Haha…geli, saya begitu sombong hingga tak menyadari betapa diri ini banyak sekali melakukan kesalahan, banyak melakukan dosa. Sengaja maupun tidak.

Sekali lagi, I am human. Sempat juga ngeles. Tapi itu semua kan bukan sepenuhnya salah saya? Waktu itu kan saya belum kepikiran menikah, bla bla bla. Tetap saja SALAH. Kenapa tidak kepikiran menikah dari dulu? Kenapa baru panic sekarang? Hahahaha…meledak tawa saya. Sungguh. Menggelikan sekali diri saya ini, ya?

Tapi sudahlah. Saya mau bilang apa kalau memang ini yang Allah takdirkan untuk saya? Semoga saya disadarkan, untuk apa ke-single-an saya sampai detik ini. –sebagiannya sudah saya sadari, semoga bisa saya jalankan dengan baik.

Saya sepenuhnya sadar, kenapa harus ada lelaki-lelaki ‘tidak baik’ itu, ya…agar saya tahu mana yang baik mana yang tidak. Hingga kelak tiba waktunya Allah pertemukan dan persatukan saya dengan yang terbaik.

Semoga, tidak lama lagi, akan ada lelaki soleh –yang pastinya baik dan mencintai Allah, yang dipersiapkan Allah untuk saya, datang mengetuk pintu rumah, dan bilang pada Bapak dan Ibu, saya ingin menikahi putri Bapak-Ibu karena Allah.

Yes, I’m single, I’m simple. Saya butuh lelaki baik yang berniat baik.

Image

Note: Dari pengalaman saya, bagi sebagian lelaki, menikah adalah soal keberanian. Karena ini mengenai sebuah komitmen. Komitmen menghabiskan sisa hidup, dengan satu wanita pilihan. Banyak yang sudah punya niat, tapi kurang sungguh-sungguh mewujudkan niat itu. So, Man, marry me…if you dare!

Advertisements
This entry was published on October 28, 2013 at 10:02 PM and is filed under Telling Story. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s